Lumayan banyak yang bertanya kepada saya, website seorang wakil bupati kenapa menggunakan blogspot, kenape tak gunekan domain yang komersial misalnyawww.masrulkasmy.com. Kalau menggunakan domain dotcom tentu lebih keren, pak wakil. Begitulah salah satu komentarnya.
Memang harga sebuah domain hanya sekitar 200 hingga 300 ribu rupiah per tahun. Jumlah tersebut pastilah terjangkau oleh saku seorang Wabup.
Namun untuk harga semurah itu saya harus berfikir berkali-kali. 300 ribu jika untuk sebuah website untuk saya menulis apakah bisa berpengaruh dahsyat dengan pembacanya? Bukankah yang dibaca adalah materi-materi di website tersebut, bukan dotcom-nya (baca: domainnya). 300 ribu jika saya berikan kepada sebuah masjid yang perlu dibangun atau anak yatim yang kelaparan, ataupun anak-anak sekolah yang perlu membeli buku, mungkin akan dahsyat sekali manfaatnya. Kesederhanaan, itulah yang ingin saya tampilkan melalui blog ini.
Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa orang yang biasa hidup sederhana akan lebih jernih memandang dan membaca dunia sekitar karena melihatnya dengan hati yang lebih bening, tidak terhalang aksesori untuk memancing pujian orang. Dalam bentuk bangunan fisik, bangunan sederhana yang amat anggun dan sangat magnetis tentu saja Kakbah. Sejak dari warna, bentuk hingga isinya serba sederhana, tetapi di balik kesederhanaannya itu Kakbah menyimpan sejarah dan cita-cita sangat mulia yang diwariskan Nabi Ibrahim untuk mengajak umat manusia agar mengenali siapa dirinya.
Dalam surat Al A’raf ayat 31 Allah berfirman: “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Mengapa demikian, karena terbukti gaya hidup mewah, berlebih-lebihan, konsumtif, dan boros, seringkali menyeret kita untuk melakukan hal apa pun demi memenuhi segenap nafsu dan ambisi, serta memuaskan gengsi, dengan cara-cara yang dilarang oleh agama.Nauzubillahi minzalik.
“Tidak bakal susah orang yang hidup sederhana.” Demikian sabda Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Imam Ahmad. Hadis ini hanyalah salah satu dari sekian banyaknya sabda Nabi yang menyerukan pentingnya hidup sederhana. Dan, prinsip kesederhaan ini tidak hanya terucap melalui kata-kata tetapi juga mengejawantah dalam laku keseharian beliau.
Saya jadi prihatin dan merenung, mengapa masyarakat saat ini terjebak ke dalam alam pikir dan gaya hidup yang dangkal? Yang menempatkan gaya hidup konsumtif dan kekayaan materi sedemikian tingginya sehingga tidak segan-segan melakukan tindakan yang berakibat pada kehancuran martabat diri.
Sikap sederhana muncul jika seseorang lebih menghargai kualitas hidup yang lebih dalam, bukannya pada kemasan atau gaya hidup yang lebih menampakkan kulit luar saja. Bagi saya seorang pemimpin sangat penting membiasakan hidup sederhana agar tidak tercipta jarak yang menganga dengan rakyat. Yang lebih penting dari hidup sederhana adalah pada perilaku dan tutur kata. Mudah-mudahan saya tidak silau dan ia tidak menjadi tawanan dari kekayaannya, dan bisa menjalankan pola hidup sederhana sebagaimana yang diamalkan oleh Rasulullah SAW.
Melalui blog yang sederhana inilah saya berharap masyarakat di Meranti menjadi manusia-manusia yang hidup sederhana. Meski blog ini dibangun dengan kesederhanaan namun saya berharap blog ini mempunyai pengaruh yang dahsyat bagi pembaca dan pengaksesnya.
Sesuatu yang besar jika tidak memberikan dampak apa-apa, maka ia hanya menjadi sia-siaan. Namun sesuatu yang kecil atau sederhanamampu memberikan perubahan yang positif, maka itulah kedahsyatannya. Wallahu a'lam bish-shawab.